Heboh Indomie Berbahaya , Media Hong Kong Bilang Pengawet di Indomie Picu Asam Lambung dalam Jangka Panjang
Taiwan menarik produk mie instan Indomie dari sejumlah supermarket karena mengandung zat pengawet methyl p-hydroxybenzoate. Zat ini diketahui bisa menyebabkan muntah dan meningkatkan asam lambung jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.
Otoritas Taiwan seperti dilansir media Hong Kong, The Standard, menyebutkan Indomie mengandung methyl p-hydroxybenzoate dan asam benzoat. Bahan pengawet ini dilarang di Taiwan dan hanya bisa digunakan dalam produk kosmetik.
Methyl p-hydroxybenzoate dan asam benzoat ini dilarang digunakan di Taiwan, Kanada dan Eropa. Hal ini dikarenakan zat pengawet ini bisa mengganggu kesehatan.
Zat pengawet ini diketahui bisa menyebabkan muntah jika dikonsumsi. Lebih jauh lagi, jika mengkonsumsi untuk jangka panjang tertentu, zat pengawet ini bisa menyebabkan metabolic acidosis yaitu kondisi terlalu banyaknya asam lambung.
Menyusul penarikan Indomie di Taiwan, dua supermarket di Hong Kong yaitu Parknshop dan Wellcome ikut menarik produk Indomie dari toko mereka. Sementara otoritas kesehatan Hong Kong langsung meneliti kandungan Indomie. Sedangkan para importir memberikan pembelaan.
“Indomie di Hong Kong aman untuk dimakan dan masuk ke Hong Kong lewat saluran impor yang legal,” kata Fok King Trading seperti diberitakan thestandard.com.hk, Senin (11/10/2010).
Sementara menurut Indofood, produk Indomie dengan kandungan methyl p-hydroxybenzoate bukan untuk dipasarkan di Taiwan. Indomie di Taiwan sudah disesuaikan dengan regulasi yang ada di Taiwan yang tidak memakai pengawet tersebut.
Meski Taiwan menyatakan Indomie mengandung bahan berbahaya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk buatan Indonesia itu aman dikonsumsi. “Kita jamin (Indomie) aman. Tidak apa-apa,” kata Kepala BPOM, Kustantinah, kepada detikcom.
Kustantinah menjelaskan BPOM mempunyai aturan yang mengatur bahan tambahan makanan yang diperbolehkan ada di dalam pangan dengan batas maksimum penggunaannya. Penarikan Indomie di Taiwan merupakan kebijakan negara setempat.
Senada dengan Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration (FDA). Seperti dilansir Ehow, Senin (11/10/2010), FDA memasukkan methyl p-hydroxybenzoate sebagai zat pengawet yang aman. Bahan ini memang diperbolehkan untuk digunakan pada produk kosmetik, produk farmasi atau obat serta produk makanan.
Taiwan Razia Indomie
Harry: Kasus Indomie Harus Diperhatikan
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Aksi pembakaran mi instan merek Indomie oleh aktivis Visi Indonesia Sehat (VIS) di depan kantor pusat Indofood, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2010). Mereka mendesak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menarik Indomie dari peredaran di pasar domestik. Aksi ini sempat berlangsung tegang karena para demonstran membakar mi instan tersebut.
Rabu, 13 Oktober 2010 | 17:08 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan DPR RI menilai bahwa dalam kasus Indomie perlu diperhatikan apakah disebabkan persaingan bisnis atau tuntutan kriteria kualitas bahan makanan sehat yang makin meningkat di Taiwan.
"Di Indonesia mungkin saja belum menjadi perhatian," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis kepada Tribunnews.com, Rabu (13/10/2010).
Menurut Harry, Badan POM harus segera meneliti kasus ini agar jelas. Kalau disebabkan masalah kesehatan, misalnya mengandung unsur bahan pengawet berbahaya, maka hal itu harus diakui pihak produsen dalam hal ini Indofood.
"Dan konsumen Indonesia juga tidak boleh dikorbankan, justru dari kasus Taiwan ini kita juga menyelamatkan konsumen Indomie di Indonesia, tetapi bila terbukti ini isu perang dagang, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan harus membela produk Indonesia di luar negeri," papar Harry.
Sebab bagaimana pun, lanjut Harry, pemerintah Indonesia wajib membela dan mempertahankan pasar produk Indonesia di luar negeri.
"Tanpa sikap pro-aktif pemerintah seperti itu, size dan potensi produk Indonesia di luar negeri, baik sekarang maupun yang akan datang, akan terus diganggu dalam persaingan global," kata
SUMBER :
http://detik.com
http://m.uniqpost.com
http://kompas.com
KOMENTAR
Toffy Wagey @ Kamis, 14 Oktober 2010 | 07:21 WIB
Mohon redaksi mengumpulkan masukan dari para praktisi kesehatan, terutama dokter. Tidak jarang dokter berkomentar bahwa penyakit "ini" akibat mie instan... Wass,
Wong Ganteng @ Rabu, 13 Oktober 2010 | 19:34 WIB
Jangan belok2in topik utama (bahan pengawet) ke persaingan dagang dong, ini mah jurus ORDE BARU. Saya udah lama kerja di Taiwan, depkes sini memang scr rutin memeriksa semua komoditi yg beredar di pasar, tanpa peduli negara asalnya. Bulan lalu ada mie kering lokal juga kena diturunkan dari rak. Yang seharusnya diperhatikan seharusnya: apakah BPOM kita juga serajin depkes Taiwan? apakah Indomie yg beredar di Indonesia benar-benar aman bagi rakyat Indonesia? Malu sekali saya melihat berita di Kompas. Ternyata kita masih suka mencari kambing hitam dan belum belajar introspeksi dan kerja nyata dengan jujur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar