Jumat, 26 November 2010

Pengendalan Overhead Pabrik

Metode Satuan Fisik

Pembebanan =

jml unit masing2 produk

x biaya bersama

jml unit seluruh produk

Total Joint Cost =

Rp 95.405.000

No

Jenis Produk

Jumlah Produk (unit)

Rasio

Alokasi Biaya Bersama

1

Super

560

30,03%

Rp 28.647.077,75

2

Standar

605

32,44%

Rp 30.949.075,07

3

Ekonomi

700

37,53%

Rp 35.808.847,18

Jumlah

1.865

100,00%

Rp 95.405.000,00

Biaya produksi masing-masing produk:

No

Jenis Produk

Alokasi Biaya Bersama

Biaya Proses Lanjutan

Biaya Produksi

1

Super

Rp 28.647.077,75

Rp 10.000.000

Rp 38.647.077,75

2

Standar

Rp 30.949.075,07

Rp 5.000.000

Rp 35.949.075,07

3

Ekonomi

Rp 35.808.847,18

Rp 12.000.000

Rp 47.808.847,18

Jumlah

Rp 95.405.000,00

Rp 27.000.000

Rp 122.405.000,00

Metode Rata-rata Biaya Per satuan

Pembebanan =

jml biaya bersama

x biaya bersama

jml unit seluruh produk

Total Joint Cost =

Rp 500.000

Jenis Produk

Jumlah Produk

Biaya rata 2

Alokasi

Biaya Proses

Biaya Produksi

Biaya Bersama

Lanjutan

Normal

30.000

Rp 6,25

Rp 187.500

Rp 50.000

Rp 237.500

Kering

28.000

Rp 6,25

Rp 175.000

Rp 30.000

Rp 205.000

Basah

22.000

Rp 6,25

Rp 137.500

Rp 15.000

Rp 152.500

Jumlah

80.000

Rp 500.000

Rp 595.000

Biaya rata2 =

Biaya Bersama

Jml Produk

Biaya rata2 =

Rp 500.000

80.000

Biaya rata2 =

Rp 6,25

Metode Rata-rata Biaya Tertimbang

Pembebanan =

Jml bobot rata-rata setiap produk

x biaya bersama

Jml bobot rata-rata seluruh produk

Total Joint Cost =

Rp 50.000.000

Jenis

Unit

Bobot

Unit X Bobot

Proporsi

Alokasi Biaya Bersama

Biaya Proses Lanjutan

Biaya Produksi

V1

20

3

60

48%

Rp 24.000.000

Rp 10.000.000

Rp 34.000.000

V2

15

2

30

24%

Rp 12.000.000

Rp 6.000.000

Rp 18.000.000

V3

10

2

20

16%

Rp 8.000.000

Rp 2.000.000

Rp 10.000.000

V4

15

1

15

12%

Rp 6.000.000

Rp 1.000.000

Rp 7.000.000

60

125

100%

Rp 50.000.000

Rp 69.000.000

METODE - METODE BIAYA PRODUK SAMPINGAN (BY PRODUCTS)

Metode Tanpa Harga Pokok

Produk sampingan tdk memperoleh alokasi biaya bersama produk sblm dipisah dr produk utama..

1.

By Products dpt langsung dijual pd saat split off point

(pengakuan atas pendapatan kotor)

2.

By Products memerlukan proses lanjutan setelah dipisah dari produk utama

(pengakuan atas pendapatan bersih)

Dlm metode ini penj. atau pendapatan dr produk sampingan dlm Lap L/R dpt dikategorikn sbg:

a.

pendapatan di luar usaha (pendapatan lain-lain)

b.

penambah pendapatan produk utama

c.

pengurang harga pokok penjualan

d.

pengurang biaya produksi

Metode Dengan Harga Pokok

Produk sampingan memperoleh alokasi biaya bersama produk sblm dipisah dr produk utama..

Metode dengan harga pokok terdiri dari:

1.

Harga pokok pengganti

2.

Harga pokok pembatalan biaya (reversal)

Contoh:

Unit produksi

16.200

unit

Unit penjualan

13.500

unit

Unit persediaan awal

500

unit

Harga jual per unit

Rp 750

Biaya produksi per unit

Rp 500

Pendapatan penjualan produk sampingan

Rp 2.047.500

Biaya adm & pemasaran produk utama

Rp 2.925.000

Diminta:

Susunlah Laporan L/R dgn menggunakan masing2 asumsi

Penyelesaian:

A.

Pendapatan produk sampingan diperlakukan sbg penghasilan di luar usaha atau pendapatan lain-lain

Penjualan

(13.500 x Rp 750)

Rp 10.125.000

Hg Pokok Penjualan:

Persed awal

(500 x Rp 500)

Rp 250.000

Total bi produksi

(16.200 x Rp 500)

Rp 8.100.000

Tersedia dijual

Rp 8.350.000

Persed akhir

((16.200+500-13.500)x Rp 500)

Rp 1.600.000

Hg Pokok Penjualan:

Rp 6.750.000

Laba kotor

Rp 3.375.000

Biaya adm & pemasaran produk utama

Rp 2.925.000

Laba operasi

Rp 450.000

Pendapatan lain-lain

Pendapatan penjualan produk sampingan

Rp 2.047.500

Laba sebelum pajak

Rp 2.497.500

Kas / Piutang

Rp 2.047.500

Pendapatan penjualan produk sampingan

Rp 2.047.500

B.

Pendapatan produk sampingan diperlakukan sbg penambah penjualan produk utama

Penjualan

(13.500 x Rp 750)

Rp 10.125.000

Pendapatan penjualan produk sampingan

Rp 2.047.500

Penjualan bersih

Rp 12.172.500

Hg Pokok Penjualan:

Persed awal

(500 x Rp 500)

Rp 250.000

Total bi produksi

(16.200 x Rp 500)

Rp 8.100.000

Tersedia dijual

Rp 8.350.000

Persed akhir

((16.200+500-13.500)x Rp 500)

Rp 1.600.000

Hg Pokok Penjualan:

Rp 6.750.000

Laba kotor

Rp 5.422.500

Biaya adm & pemasaran produk utama

Rp 2.925.000

Laba operasi

Rp 2.497.500

Kas / Piutang

Rp 2.047.500

Pendapatan Penjualan

Rp 2.047.500

C.

Pendapatan produk sampingan diperlakukan sbg pengurang Harga Pokok Produksi

Penjualan

(13.500 x Rp 750)

Rp 10.125.000

Hg Pokok Penjualan:

Persed awal

(500 x Rp 500)

Rp 250.000

Total bi produksi

(16.200 x Rp 500)

Rp 8.100.000

Tersedia dijual

Rp 8.350.000

Persed akhir

((16.200+500-13.500)x Rp 500)

Rp 1.600.000

Hg Pokok Penjualan:

Rp 6.750.000

Pendapatan penjualan produk sampingan

Rp 2.047.500

Hg Pokok Penjualan:

Rp 4.702.500

Laba kotor

Rp 5.422.500

Biaya adm & pemasaran produk utama

Rp 2.925.000

Laba Operasi

Rp 2.497.500

Kas / Piutang

Rp 2.047.500

Harga Pokok Penjualan

Rp 2.047.500

D.

Pendapatan produk sampingan diperlakukan sbg pengurang biaya produksi

Penjualan

(13.500 x Rp 750)

10.125.000

Hg Pokok Penjualan:

Persed awal

(500 x Rp 500)

250.000

Total bi produksi

(16.200 x Rp 500)

8.100.000

Pendapatan penjualan produk sampingan

2.047.500

6.052.500

Tersedia dijual

6.302.500

Persed akhir

(16.200+500-13.500)x (6.302.500 / 8.100.000 xRp 500)

1.244.800

Hg Pokok Penjualan:

5.057.700

Laba kotor

5.067.300

Biaya adm & pemasaran produk utama

2.925.000

Laba Operasi

2.142.300

Kas / Piutang

2.047.500

Produk Dalam Proses

2.047.500

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

your music